Total Tayangan Halaman

Minggu, 28 Oktober 2018

Kecerdasan Buatan VS Kecerdasan Manusia



Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan salah satu bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia. Komputer modern muncul dalam berbagai variasi tampilan, dan dapat melakukan sederetan tugas. Istilah “kecerdasan buatan” dikenalkan tahun 1956 oleh ilmuwan komputer Amerika, John McCarthy (lahir 1927). Suatu penelitian di Dartmouth College berusaha untuk meneliti ide yang mengatakan bahwa “setiap bagian dari belajar atau ciri-ciri kecerdasan lainnya dapat secara prinsip digambarkan secara tepat sehingga sebuah mesin dapat didesain untuk mensimulasikannya”.

Dari teori yang kita peroleh dapat di tarik kesimpulan bahwa manusia sangat mungkin membuat mesin menjadi cerdas. Maksudnya disini mesin dapat menjadi cerdas dalam artian bertindak seperti dan sebaik manusia, dengan dibekali pengetahuan sehingga mempunyai kemampuan untuk menalar. Ada dua bagian utama yang dibutuhkan untuk membuat mesin menjadi cerdas yaitu Basis Pengetahuan dan Motor Inferensi. Basis Pengetahuan adalah fakta-fakta, teori, pemikiran dan hubungan antar satu dan lainnya. Motor Inferensi adalah kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman. Aplikasi program kecerdasan buatan dapat ditulis dengan menggunakan semua bahasa komputer. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya bahasa pemrograman yang khusus untuk program kecerdasan buatan adalah bahasa PROLOG (Programming in Logic) dan LISP (List Processing).

Lingkungan kita sekarang sudah biasa mesin ditugaskan untuk membantu manusia, mesin itu disebut mesin cerdas. Mesin cerdas itu apa saja? Contohnya yang sudah tidak asing adalah pintu otomatis. Ya, pintu ini kita sering jumpai ketika memasuki mall atau perusahaan besar. Hanya dengan berdiri di depan pintu, dengan ‘peka’ pintu akan terbuka. Selain itu ada Google, Alat pendeteksi DNA, Smart Home (listrik menyala hanya jika ada orang di dalam rumah), Robot catur, dan lain sebagainya.

Mesin cerdas memang sudah banyak sekarang, mesin-mesin itu dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia. Walaupun mesin itu sudah cerdas dan bisa melakukan apapun tapi tetap membutuhkan supervisi dari manusia. Salah satu contohnya manusia telah menciptakan fitur-fitur cerdas seperti autopilot yang ada diberbagai kendaraan sekarang baik itu pesawat, kapal maupun mobil. Fitur ini dapat membuat kendaraan berjalan sendiri atau self-driving yang dapat menggantikan posisi seorang pengemudi. Autopilot pesawat dapat membantu pesawat untuk mengarahkan gerakan pesawat di udara dengan bantuan sensor yang terpasang pada pesawat. Hal ini tidak dapat dilakukan tanpa campur tangan manusia dan kita tidak bisa mengatakan bahwa pesawat tersebut berpikir dengan sendirinya dalam mengarahkan gerak pesawat karena program autopilot mengikuti algoritma yang merupakan hasil pemikiran manusia.
Contoh lainnya adalah mesin-mesin canggih bertenaga hidrolik yang ada dipabrik-pabrik besar. Mesin-mesin itu memang sangat canggih dan dapat melakukan pekerjaan berat dengan otomatis, namun bukan berarti mesin itu bisa merawat dan mengontrol dirinya sendiri. Manusia tetap harus mengawasi dan memaintenance mesin agar tidak terjadi hal-hal yang buruk maupun bahaya.



Lalu, apakah kita mampu membuat mesin memiliki kecerdasan melebihi manusia? Jawaban dari pertanyaan ini sudah jelas tidak mungkin. Suatu cara pandang yang mempercayai bahwa manusia bisa digantikan oleh mesin atau robot dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan adalah suatu cara pandang yang bermasalah.  Selain itu cara pandang ini pun lahir dari hati manusia yang memberontak kepada hukum alam. Manusia berusaha menjadikan dirinya sebagai pencipta yang bisa menciptakan suatu karya yang melebihi manusia itu sendiri atau dengan kata lain ingin menjadikan dirinya melebihi Allah dengan menciptakan sesuatu yang melebihi apa yang sudah ada.
Hal pertama yang membedakan manusia dan mesin cerdas atau kecerdasan buatan adalah mesin cerdas tidak dapat berpikir dan tidak memiliki keinginan pribadi, berbeda dengan manusia yang diberikan free will. mesin cerdas bukanlah suatu mesin yang memiliki kehidupan dan hanya melakukan pekerjaan yang diperintahkan manusia sebagai alat bantu.Hal kedua yang membedakan manusia dan AI adalah manusia merupakan makhluk yang memiliki kreativitas sedangkan AI tidak. Kreativitas manusia merupakan suatu hal yang kompleks dan masih menjadi pertanyaan besar bagi para peneliti untuk merumuskan teori mengenai kreativitas. Kreativitas bukanlah suatu hal yang sederhana karena untuk setiap bidang ilmu terdapat suatu kreativitas yang berbeda.

Bisa diambil intisarinya bahwa otak manusia lebih cerdas dibandingkan komputer. Mesin cerdas maupun kecerdasan buatan itu diciptakan untuk membantu manusia dalam mendapatkan sesuatu atau beraktivitas karena manusia memiliki rasa lelah, berbeda dengan komputer yang bias mengerjakan sesuatu berulang-ulang. Kecerdasan buatan bukan berarti menggantikan manusia, tapi hanya sebagai sarana untuk manusia dalam mengambil keputusan.

SUMBER :
  • Subakti, Irfan. 2006. Sistem Berbasis Pengetahuan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
  • Natawiguna, Alvin; Winata, Genta Indra;  Lukmana, Simon. 2015. Mungkinkah Manusia Digantikan oleh Mesin: Sebuah Pengantar Cara Pandang Kristen terhadap Artificial Intelligence. Pemuda GRII Bandung.


Selasa, 02 Oktober 2018

Perbedaan Grafik Komputer dan Pengolahan Citra Serta Implementasinya Dalam Kehidupan


A. Ilmu Grafika Komputer

Pada umumnya saat kita membayangkan kata grafik maka yang akan terpikirkan di otak kita adalah gambar diagram. Namun kenyataannya grafik itu adalah gambar yang dibuat dengan cara apapun, termasuk juga menggunakan program untuk membuatnya. Grafik pun tidak hanya terpaku pada diagram saja, gambar visual buatan semacam di dalam game pun termasuk grafik.

Grafika Komputer telah menjadi bagian hidup modern dewasa saat ini. Hampir semua bidang memanfaatkan  grafika komputer untuk menunjang pekerjaannya. Bidang yang  paling banyak menggunakan grafika komputer adalah bidang yang berinteraksi langsung dengan manusia dan bersifat visual. Jadi apa itu grafika komputer?

Grafika komputer (Computer graphics) adalah bagian dari ilmu komputer yang mempelajari cara-cara untuk meningkatkan dan memudahkan komunikasi antara manusia dengan komputer dengan jalan membangkitkan, menyimpan serta memanipulasi gambar suatu objek. Grafika komputer merupakan proses pembuatan gambar dari awal sampai akhir menggunakan komputer. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafik komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafik komputer 3D dan pengenalan pola (pattern recognition).

Pada perkembangan saat ini, pemanfaatan teknologi grafika komputer sangat dibutuhkan untuk memvisualisasikan objek-objek dunia nyata menjadi objek grafis, dan implementasi  untuk pembuatan aplikasi desain suatu benda. Sampai saat ini ilmu grafika komputer mengalami perkembangan yang cukup pesat, sehingga bisa menghasilkan gambar digital yang mendekati real.

Pembagian bidang ilmu grafika komputer meliputi:
  •          Geometri: mempelajari cara menggambarkan permukaan bidang.
  •          Animasi: mempelajari cara menggambarkan dan memanipulasi gerakan.
  •          Rendering: mempelajari algoritme untuk menampilkan efek cahaya.
  •          Citra(Imaging): mempelajari cara pengambilan dan penyuntingan gambar.


B. Pengolahan Citra

 

Mungkin bagi kebanyakan dari kita berpikiran bahwa kata citra kental kaitannya dengan pencitraan, yang biasanya itu berkaitan dengan kehormatan. Namun nyatanya kata citra sendiri berarti gambar yang diperoleh dengan alat pengambilan gambar (seperti : mata manusia, kamera, scanner, sensor satelit, dll). Maka, ketika kita mengambil foto dengan kamera itu sudah dikatakan sebuah citra.
Sedangkan pengolahan citra yaitu gambar di input ke dalam proses pengolah citra / gambar yang sudah tersedia sehingga mudah diinterpretasi oleh manusia atau komputer dengan melakukan transformasi suatu citra menjadi citra baru yang lain. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa pengolahan citra yaitu mengolah gambar dari sebuah gambar yang sudah ada yang tentunya gambar yang sudah ada tersebut merupakan sebuah citra. Singkatnya sebuah citra diolah menjadi citra baru.
Pengolahan citra dapat dibagi ke dalam tiga kategori yakni kategori rendah, menengah, dan tinggi.
Kategori rendah melibatkan operasi-operasi sederhana seperti prapengolahan citra untuk mengurangi derau (gangguan informasi), pengaturan kontras, dan pengaturan ketajaman citra. Pengolahan kategori ini memiliki input dan output berupa citra.
Pengolahan kategori menengah melibatkan operasi-operasi seperti segmentasi dan klasifikasi citra. Proses pengolahan citra ini melibatkan input berupa citra dan output berupa atribut (fitur) citra yang dipisahkan dari citra input
Pengolahan citra kategori tinggi melibatkan proses pengenalan dan deskripsi citra.
C. Implementasi Dalam Kehidupan
Perkembangan grafik komputer berkembang sangat cepat mengikuti perkembangan jaman dan derasnya permintaan pasar. Berikut beberapa hasil dari implementasi grafik komputer dan pengolahan citra.
·         Bidang Hiburan

Saat ini bisa dibilang sudah tidak ada lagi industri hiburan yang tidak menggunakan grafik komputer dan pengolahan citra. Contohnya berbagai animasi film kartun yang merupakan hasil grafik komputer.  Pengolahan citra pun juga banyak seperti reality show, sinetron, dan lain sebagainya. Contoh lainnya adalah Iklan yang terkadang menggabungkan grafik komputer dan pengolahan citra. Film box office pun menggabungkan pengolahan citra dengan grafik komputer, baik itu untuk efek, penambahan tokoh, dan lain sebagainya.


 

·         Bidang Pendidikan

Pada bidang pendidikan, pengolahan citra dan grafik komputer digunakan sebagai tambahan media ajar. Bentuknya seperti power point, animasi flash, susunan tubuh manusia, dan lain sebagainya yang digunakan untuk menambah daya tarik belajar para pelajar.


·         Bidang Perancangan


Penggunaan aplikasi untuk mendesain sebuah produk, atau kita akan menggunakan sebuah citra sebagai rujukan dalam pembuatan produk.

·         Bidang Kedokteran



Pengolahan citra memiliki andil yang besar dalam bidang kedokteran. Seperti CT Scan yang digunakan untuk mengecek tulang jika ada kerusakan atau tidak, atau sinar-X yang digunakan untuk mendeteksi kanker. Contoh lainnya seperti rekonstruksi foto janin atau USG, dan lain sebagainya.


·         Bidang Penelitian

Pada bidang penelitian, biasanya pengolahan citra hanya sebagai dokumentasi. Dalam hal ini grafik komputer akan digunakan sebagai representasi sebuah objek. Misalkan ada kelompok ilmuan yang menemukan sebuah fosil, dengan data yang diperoleh dari fosil tersebut maka ilmuan tersebut akan berusaha mewujudkannya dalam sebuah grafik agar orang lain dapat memahami penelitiannya. Hal ini seperti kita tahu bentuk dinosaurus namun sebenarnya itu hanya representasi dari informasi yang didapat dari sebuah penelitian.

DKesimpulan

 

Perbedaan antara grafik computer dengan pengolahan citra yaitu grafik komputer merupakan proses pembuatan dan manipulasi gambar (visual) secara digital dari awal sampai akhir menggunakan komputer. Sedangkan pengolahan citra adalah proses mengolah gambar (citra) dari sebuah gambar yang sudah ada yang tentunya gambar yang sudah ada tersebut merupakan sebuah citra.

Daftar Pustaka

Putra, Darma. 2010. Pengolahan Citra Digital. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.
Azmi, Zulfian. 2011. IMPLEMENTASI GRAFIKA KOMPUTER  UNTUK PEMBUATAN ANIMASI. Medan: SAINTIKOM.
http://putrirachmawati3001.blogspot.com/2015/10/perbedaan-grafik-komputer-dengan.html

 



The Dark Knight Plot Summary with Voice Over

Lihat di Vocaroo >> The Dark Knight Plot Summary  Eighteen months after swooping dramatically off of a roof at the finale of Batman ...